Inflasi Jakarta 0,9% Sepanjang Ramadhan, Ungkap BI

BI (Bank Indonesia) Kantor Perwakan DKI Jakarta memprediksi akan terjadi inflasi sekitar 0,8 sampai 0,9% pada bulan Ramadhan ini. Proyeksi ini sejalan dengan tren-tren yang juga terjadi pada Ramadhan tahun tahun sebelumnya yang sering berada di bawah 1 persen.

Harapan Agar Inflasi Bisa Terkendali

Donny Joewono, Kepala BI Perwakilan DKI Jakarta berharap agar inflasi tetap bisa terkendali di level tersebut. Optimisme ini sendiri bisa ditunjNg dengan berbagai macam upaya yang sudah dilakukan baik dari pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk menjaga tingkat inflasi di bawah 1 persen. Salah satu caranya adalah dengan cara menjaga pasokan bahan pangan di harga yang stabil.

Donny mengungkapkan, “Sekarang antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sudah bersatu. Satuan tugas pangan juga sudah berhasil memberantas mereka yang menimbun bahan pangan.” Oleh karena itulah harha bahan pangan sampai dua pekan Ramadhan ini masih tergolong stabil dan belum terjadi kenaikan yang amat sangat signifikan. Hal yang menyebabkan itu adalah karena penjagaan terhadap harga pangannya dan juga tingkat beli masyarakat yang dinilai masih belum terlalu tinggi.

Harga Pangan Lebih Stabil di Ramadhan Tahun Ini dibandingkan Tahun Lalu

Donny menambahkan, “Dua minggu ini harga telur dan daging masih stabil. Bawang merah sedikit naik tapi sudah datang dari Brebes, kan? Tapi untuk harga bawang putih memang lebih stabil.” Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa kondisi saat ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi tahun lalu di mana saat itu harga pangan sudah mengalami kenaikan yang sangat signifikan di pekan kedua Ramadhan. Pemerintah tahun lalu tidak berhasil memberantas penimbunan pangan yang mana dilakukan oleh beberapa oknum nakal tahun lalu. “Tahun lalu ada penimbunan tapi tidak bisa apa-apa,” tuturnya.

Tetapi demikian, harga pangan meningkat setelah perusahaan-perusahaan membagian Tunjangan Hari Raya (THR) pada karyawan-karyawannya. Hanya saja, kenaikannya tidak akan signifikan karena pasokan pangan yang sudah terkendali. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan pangan.

Donny menambahkan, bahwa selama dua pekan Ramadhan, masyarakat banyak yang berbelanja kebutuhan sandang. Dan mendekati lebaranlah di mana tingkat pembelian bahan pangan akan meningkat lagi. Pihaknya sendiri mencatata setidaknya menjelang lebaran harga daging akan mengalami kenaikan sekitar 5% sedangkan harga bawamg merah akan mengalami kenaikan sekitar 9%.

Sementara itu, tak hanya bahan pangan yang bakal menyumbang inflasi, melainkan biaya transportasi untuk kebutuhan pulang kampung atau yang sering disebut dengan mudik pun akan menjadi salah satu indikator inflasi.

Donny mengatakan, “Pengaruhnya amat sangat signifikan. Makanya Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dua minggu ini sedang ketat-ketatnya karena transportasi ikut menyumbang inflasi. Itu untuk transportasi darat dan juga udara.”

BI Proyeksikan Uang Menguap dari Jakarta Sekitar 42.7 Triliun Rupiah

Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta memproyeksikan bahwa dana keluar dari ibukota dewa poker ke daerah akan mencapai 42.7 Triliun Rupiah selama Ramadhan sampai dengan libue lebaran nanti. Porsi dana di Jakarta terhadap dana total uang yang ada di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 25,5%.

Lagi lagi Donny mengatakan bahwa dana menguap dari Jakarta karena masyarakat semua berbondong-bondong melakukan tradisi pulang kampung atau mudim dan saat itu mereka membawa uang ke Kampung halaman masing-masing. Sehingga mereka menarik uang tunai yang cukup banyak di bank. Hal seperti ini dinilai oleh Donny sebagai kebiasaan yang kurang baik karena masyarakat tidak terbiasan dengan uang non tunai.