Badai Hujan Es Melanda Kota Bandung

Sekitar pukul 14:00 WIB, hujan es dan badai melanda Kota Bandung. Akibatnya banyak pohon dan papan reklame tumbang di beberapa titik jalan kota kembang tersebut. Perubahan cuaca ekstrim sering dirasakan beberapa daerah akhir-akhir ini. Mulai dari musim hujan dan musim kemarau yang berkepanjanga hingga terjadinya badai yang tidak pada waktunya.

BMKG Menyatakan Anginnya Ekstrim

Yuni Yulianti, wakil dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas 1, Bandung, mengatakan bahwa hujan es dan badai yang melanda Kota Bandung memiliki kecepatan sekitar 40 kilometer/jam padahal kecepatan normal atau kecepatan maksimum hanya 20 kilometer/ jam.

Menurutnya, pihak BMKG sudah memprediksi adanya badai tapi tidak sampai sekencang dan seekstrim ini. Menurut Yuni, fenomena ini terjadi ketika memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Selain Bandung, beberapa daerah di Jawa Barat juga akan mengalami hal sama.

Pada bulan Maret 2017 yang lalu, hujan es juga sempat melanda Kota Bandung. Menurut Erma Yulihastin, peneliti klimatologi Judi Bola dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, fenomena hujan es dan badai di Kota Bandung sering disebut sebagai badai dalam sel tertutup.

Munculnya konvergensi angin kuat berkecepatan 7 meter per detik dari selatan, lebih tepatnya dari laut selatan Jawa Barat, sedangkan dari arah utara angin berhembus dengan kekuatan sedang, yaitu 4 meter per detik. Proses konveksi yang memaksa udara naik dengan cepat dan menghasilkan awan cumulus menara. Kedua hal tersebut adalah faktor terjadinya hujan es dan badai di Kota Bandung berdasarkan hasil data prediksi hujan dan angin dari Satellite Early Warning System (Sadewa) Lapan.

Badai yang terjadi disebabkan oleh pembentukan awan cumulus menara yang sangat cepat untuk mencapai kondisi matang, yaitu sekitar 20-30 menit. Ketika kondisi sudah matang dan terjadi hujan di situ terdapat proses hujan dengan udara di bawahnya yang lebih kering, hal tersebutlah yang membentuk angin kencang. Sedangan untuk hujan es, terbentuk ketika adanya interaksi antara angin selatan yang lembab dengan udara dingin yang berasal dari cekungan Bandung.

Peristiwa hujan es dan badai di Kota Bandung kemarin siang adalah salah satu bukti dari ketidakstabilan kondisi atmosfer di Bumi dan akumulasi energi yang terus menerus, sehingga memicu kondisi ekstrim seperti hujan es dan badai.

Warga Merasa Takut

Hujan es dan badai melanda Kota Bandung, hari rabu siang lalu. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka sempat mendengar suara tuk tuk tuk dari atap rumah, tak berapa lama hujan tersebut disertai dengan angin kencang. Kejadian tersebut sempat membuat warga ketakutan, pasalnya es yang berjatuhan memiliki ukuran sebesar kelerang, bahkan beberapa kaca rumah warga nampak retak akibat peristiwa tersebut.

Menurut BMKG, hujan es yang turun memiliki ukuran es yang beragam mulai dari yang sekecil butiran mirip salju hingga sebesar kelereng Poker Online. Salah satu warga di kawasan Dipati Ukur, Nastiti, mengatakan bahwa sepanjang gang dekat rumahnya dipenuhi oleh es hingga jalanan seperti tertutup salju.

Beberapa pohon tumbang dan baliho juga dikabarkan roboh di beberapa ruang jalan. Menurut data dari Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, terdapat 7 titik lokasi. Lokasi tersebut meliputi kawasan Dago, Jalan Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Pasar Ancol Regol. Bahkan sebuah reklame setinggi 13 mater roboh dan menghantam fly over Antapani di Jalan Terusan Jakarta.